Berkas Dakwaan Kasus Kekerasan Wartawan Belum Kelar

Selasa, 25 April 2017 | 12:59 WIB

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Rembang Muhammad Salahuddin. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Berkas dakwaan atas kasus dugaan kekerasan oleh oknum pekerja PLTU PJB Sluke masih belum kelar setidaknya hingga Selasa (25/4/2017).

Pihak Kejaksaan Negeri Rembang masih melakukan perbaikan dakwaan dengan penambahan-penambahan guna kelengkapan berkas. Tetapi tak butuh waktu lama.

“(Berkas dakwaan kasus kekerasan terhadap wartawan) Belum kami limpahkan. Masih ada perbaikan dan penambahan-penambahan di surat dakwaan,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Rembang Muhammad Salahuddin.

Salahuddin yang merupakan jaksa pertama untuk kasus tersebut menyatakan tidak ada kendala berarti dalam pemberesan berkas dakwaan ini sehingga pelimpahan ke pengadilan diyakini tidak akan lama lagi.

“Nggak ada kendala berarti kok. Prinsipnya sudah mau dilimpahkan. Nanti kami kabari. Di awal bulan Mei lah, sudah pelimpahan ke pengadilan (Pengadilan Negeri Rembang),” katanya.

4 April 2017, tersangka dan berkas kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oknum karyawan PLTU PJB Sluke terhadap wartawan di Kabupaten Rembang dilimpahkan oleh pihak penyidik Polres Rembang kepada pihak kejaksaan negeri setempat.

Saat pelimpahan itu, tersangka Suryono yang merupakan warga Desa Grawan Kecamatan Sumber didampingi oleh kuasa hukumnya Darmawan Budiharto bersama penyidik kepolisian.

Pihak kejaksaan tidak menahan tersangka karena jerat pasal pidana yang dikenakan kepada Suryono di bawah lima tahun. Syarat formilnya tak bisa dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Pada kesempatan itu, pihak jaksa meminta kepada pihak wartawan agar membantu menghadirkan saksi di persidangan nanti, agar prosesnya berlangsung secara cepat.

“Saat sidang nanti, agar yang terlibat sebagai saksi, kami minta dibantu agar hadir, biar sidang lebih cepat dan cepat selesai. Perkara ini lebih banyak perhatian dari teman-teman media, jadi pas sidang kita kasih tahu juga (jadwalnya),” tegasnya.

Sejumlah wartawan di Rembang mendapatkan ancaman dan tindakan tidak menyenangkan saat meliput kecelakaan kerja karyawan PLTU PJB Sluke, di RSUD Rembang pada Agustus tahun lalu.

Beberapa wartawan diancam dan salah seorangnya dikejar oleh sekitar sepuluh orang. Bahkan, ponsel milik seorang wartawan sempat ditahan dan file foto yang ada di dalamnya dihapus.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan