Upaya Mediasi Dugaan Pencemaran Masih Belum Jelas

Selasa, 27 November 2012 | 16:36 WIB

Ilustrasi : Ikan Mati Akibat pencemaran

KALIORI – MataAirRadio.net, Upaya mediasi warga Dusun Matalan Desa Purworejo dengan PT Bahari Citra Makmur (BCM) terkait dugaan pencemaran lingkungan yang rencananya juga bakal dihadiri pihak Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang pada Selasa (27/11) di balai desa setempat, urung digelar.

Pihak desa dan badan lingkungan hidup sepakat menunda mediasi dan sosialisasi terkait dugaan pencemaran tersebut dan baru akan menggelarnya saat hasil uji laboratorium atas sampel air dari dua titik unit IPAL PT BCM, keluar.

Kepala Bidang Dampak Lingkungan pada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Solechan saat dihubungi reporter MataAir Radio menjelaskan, kesepakatan tersebut dicapai setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Desa Purworejo, Rasmani.

Menurut Solechan, memang bisa akan menjadi sia-sia dan hasilnya kurang optimal, apabila mediasi dan sosialisasi digelar tanpa hasil uji laboratorium yang bisa mengungkap ada pencemaran lingkungan atau tidak atas operasional PT Bahari Citra Makmur di Desa Purworejo.

Dengarkan Rekaman di sini.

Sebelumnya, Kepala Bidang Dampak Lingkungan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Solechan menyatakan belum bisa mengetahui penyebab pasti pencemaran lingkungan yang terjadi di Dusun Matalan Desa Purworejo Kecamatan Kaliori.

Meski sudah mengirimkan sampel air dari dua titik saluran turut instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) PT Bahari Citra Makmur ke laboratorium, namun pihaknya baru akan menerima hasil uji itu pada pekan depan.

Dengarkan Rekaman di sini.

Sementara itu, para petani tambak di Dusun Matalan Desa Purworejo Kecamatan Kaliori berharap Pemerintah Kabupaten Rembang serius memproses dugaan pencemaran air laut dan tambak, karena selama ini menjadi andalan masyarakat.

Menurut warga, apabila pembuangan limbah secara sembarangan masih marak, warga akan takut membudidayakan kembali ikan bandeng dan hanya bertumpu pada produksi garam, padahal musim garam sudah berakhir.

Warga juga berharap agar Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang serius menindak tegas pabrik yang secara jelas tidak memiliki instalasi pengelolaan air limbah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan