Belum Berizin, Pembangunan Pabrik Ternak Sementara Dihentikan

Rabu, 26 April 2017 | 18:16 WIB

Suasana pertemuan antara warga dengan pihak PT Malindo Feedmill Tbk di Balai Desa Kasreman Kecamatan Rembang, Rabu (26/4/2017). Warga bersama pihak perusahaan menyepakati penghentian sementara pembangunan pabrik ternak ayam tersebut, hingga izin yang dibutuhkan dikantongi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Puluhan warga Desa Kasreman Kecamatan Rembang menghentikan pembangunan pabrik ternak ayam milik PT Malindo Feedmill Tbk di desa itu, Rabu (26/4/2017).

Pemberhentian itu dilakukan untuk sementara waktu lantaran pihak perusahaan belum mengantongin Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izi gangguan atau HO dari pemerintah kabupaten setempat.

Selain itu, Sukari salah seorang warga setempat menilai, pihak perusahaan juga belum ada komitmen atau kesepakatan dengan warga untuk memperbaiki jalan poros desa yang saat ini kondisinya rusak, antara lain akibat mobilisasi kendaraan guna aktivitas pembangunan pabrik.

Ia mengatakan, warga tidak menolak keberadaan pabrik ternak ayam di desanya. Namun, warga meminta perusahaan agar merampungkan izin sesuai dengan ketentuan dan siap bertanggung jawab atas semua dampak buruk dari segala bentuk aktivitas pabrik.

“Kesepakatan dari pihak manajemen Malindo masih belum jelas, termasuk salah satunya adalah kompensasi untuk kerusakan jalan poros desa yang saat ini kondisinya telah rusak akibat mobilisasi kendaraan guna pembangunan pabrik,” ujarnya.

Arisman Nur Wahid, warga lain di desa itu menambahkan, pihak perusahaan juga belum mewujudkan kesepakatannya dengan pihak Pemkab Rembang, yaitu membuatkan 15 titik sumur pantek di wilayah Desa Kasreman, sesudah pembebasan lahan.

“Seharusnya pihak perusahaan saat ini sudah merealisasikan itu (pembuatan 15 titik sumur pantek, red.). Sebab kesepakatan itu sudah tertuang secara tertulis. Bahkan ditandatangani oleh Sekda Rembang. Namun sampai sekarang belum direalisasi,” tandasnya.

Kepala Desa Kasreman Karyono mengakomodasi permintaan warga. Ia bersepakat proses pembangunan pabrik ternak ayam di desanya untuk sementara dihentikan sampai dengan dikantonginya izin oleh pihak perusahaan.

“Mulai besok pagi (Kamis, 27 April 2017, red.), aktivitas pembangunan pabrik harus dihentikan sementara. Jika memang sudah terbit izinnya, silakan proses pembangunan dilanjutkan,” ujarnya.

Khasan Assyari, Manajer PT Malindo Feedmill Tbk mengatakan, IMB dan HO untuk pabriknya masih dalam proses. Pihaknya tinggal menunggu waktu untuk terbitnya izin tersebut.

“Untuk sementara, kami akan hentikan proses pembangunan pabrik. Kami akan koordinasi dengan atasan mengenai penghentian sementara ini,” katanya.

Soal tuntutan warga mengenai perbaikan jalan poros desa yang rusak, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUTARU), agar perbaikannya tidak terjadi tumpang tindih.

“Mengenai sumur pantek, kami juga harus koordinasi dengan pihak dinas pertanian dulu. Mana-mana titik yang pas, mengingat sudah ada embung di sana,” terangnya.

Intinya, Khasan menegaskan, setiap tuntutan dan permintaan warga akan dikonsultasikan kepada atasannya sekaligus sebagai pertimbangan. Ia sudah mendaftar tuntutan dan permintaan warga.

“Soal tuntutan warga, bukannya kami menolak. Kami butuh koordinasi dengan atasan terlebih dahulu untuk menentukan mana tuntutan warga yang bisa kami sepakati dan setujui. Saya berharap warga Kasreman semua berkenan membantu,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan