Belasan Orang Digaruk, Rembang Belum Bebas PGOT

Kamis, 17 Maret 2016 | 19:10 WIB
Tujuh anak punk, seorang pengamen, tiga gelandangan lanjut usia, dan 13 gelandangan psikosis saat didata dan ditata sehingga tertib di kompleks Dinsosnakertrans Rembang, Kamis (17/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Tujuh anak punk, seorang pengamen, tiga gelandangan lanjut usia, dan 13 gelandangan psikosis saat didata dan ditata sehingga tertib di kompleks Dinsosnakertrans Rembang, Kamis (17/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Belasan orang pengemis, gelandangan, dan orang terlantar serta anak punk diamankan oleh aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rembang dalam sebuah razia di lima kecamatan, Kamis (16/3/2016) pagi.

Tercatat ada 13 orang gelandangan psikosis, 3 orang gelandangan lanjut usia, 1 orang wanita pengamen, dan 7 anak punk, yang diangkut petugas ke Kantor Dinas Sosial di bilangan Jalan Pemuda Rembang.

Mereka kemudian didata dan ditata, sehingga tertib, sebelum kemudian ditangani.

Kepala Bidang Sosial Prapto Raharjo mengaku akan mengirim para gelandangan psikosis ke Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulyo, sedangkan 3 orang jompo gelandangan akan ditampung di panti wreda.

“Sesuai petunjuk Kepala Dinas Sosial (Waluyo) yang anak-anak masih bisa meraih masa depannya, kita akan titipkan ke Balai Rehabilitasi Sosial Jawa Tengah agar dibina dan diberi ketrampilan,” terangnya.

Staf Rehabilitasi Sosial pada Balai Rehabilitasi Sosial Pangrukti Mulyo Rembang Hargo Santoso mengatakan, kapasitas balai sebenarnya sudah over load.

“Tetapi karena ada perintah atasan, maka para PGOT hasil razia itu tetap ditampung dengan tetap dilakukan pemilahan,” jelasnya.

Terhadap gelandangan psikosis akan ditampung di Panti Pangrukti Mulyo Mbesi, sedangkan terhadap gelandangan lanjut usia akan ditempatkan di Panti Margo Mukti Pandean.

“Sementara bagi anak-anak punk, akan kami upayakan untuk kita disalurkan ke Panti Anak Nakal di Ungaran,” bebernya.

Karena kapasitas Balai Rehabsos Pangrukti Mulyo yang sudah over load, maka menurut Hargo, ada pula kemungkinan untuk merujuk sebagian dari mereka ke Rumah Sakit Jiwa di Surakarta.

“Sebelum razia ini, jumlah penghuni Pangrukti Mulyo sudah 106 orang, sehingga saat ini menjadi 119 orang,” katanya.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Rembang Sudarno menyebutkan, razia dilakukan di wilayah Kecamatan Bulu, Sulang, Rembang, Kaliori, dan Lasem.

“Khusus 7 anak punk, kami mengamankannya dari kawasan Taman Segitiga Tugu Lilin,” katanya.

Meski sudah belasan orang yang diamankan, tetapi ia mengakui, Rembang belum bersih dari PGOT. Saat razia dilakukan, menurut Sudarno bisa jadi ada gelandangan yang tidak lagi berada di titik biasanya atau masih tidur dan lainnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan