Belasan Lagi Pramusaji Diamankan, Instruksi Bupati Disepelekan

Senin, 27 Juni 2016 | 16:58 WIB
Tiga dari empat VCD player serta beberapa mikropon dan belasan pramusaji yang diamankan melalui razia kepatuhan jam buka warung kopi oleh Satpol PP Kabupaten Rembang, Senin (27/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

Tiga dari empat VCD player serta beberapa mikropon dan belasan pramusaji yang diamankan melalui razia kepatuhan jam buka warung kopi oleh Satpol PP Kabupaten Rembang, Senin (27/6/2016) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang mengamankan belasan orang lagi perempuan pelayan warung kopi karena nekat beroperasi di luar jam yang ditentukan.

Mereka dianggap menyepelekan instruksi Bupati Rembang karena memaksa buka sejak pagi atau tengah hari, sedangkan ketentuan warung kopi hanya boleh beroperasi pada pukul 17.00 sampai pukul 22.00 WIB di bulan Ramadan.

Berdasarkan catatan petugas Satpol PP Kabupaten Rembang, 12 orang pramusaji diamankan dari enam warung kopi di Kecamatan Gunem, Kragan, Lasem, dan Rembang.

Dari enam warung kopi ini, petugas mengamankan pula empat unit pemutar video pada cakram digital atau VCD player dan tujuh unit mikropon ke Kantor Satpol PP setempat.

Tampak di deretan barang bukti yang disita petugas, setengah botol minuman keras yang diamankan dari sebuah warung kopi di wilayah Bonang Kecamatan Lasem.

Selain merazia warung kopi, operasi selama lima jam sejak pukul 09.30 WIB, juga kembali menyasar hotel sehingga mendapati satu pasangan tidak sah di Hotel Surya, Lasem.

Ironinya, pasangan bukan suami-istri dengan daerah asal perempuan dari Kecamatan Pancur dan laki-laki dari Gresik-Jawa Timur ini mengajak serta dua orang anak kecil dari pihak perempuan.

Mereka berdalih baru sekitar lima menit masuk hotel, guna mengantarkan sang laki-laki menginap, sehabis mengantarkan sang anak bermain air di pantai.

Sang perempuan dijanjikan dinikahi oleh sang laki-laki yang sudah mengantongi surat cerai, sedangkan dirinya sendiri sedang dalam proses sidang gugatan perceraian.

Meski begitu, petugas tetap membawa keduanya ke kantor Satpol PP, guna didata dan dibina, mengingat dari keterangan pihak hotel, pasangan ini sering menginap di penginapan itu.

Sementara itu, dari operasi yang sama, empat perempuan dewasa diduga sebagai pekerja seks komersial diamankan dari beberapa warung makan di wilayah Pasarbanggi Kecamatan Rembang.

“Dari razia terhadap warung kopi berkaraoke ini, saya yakin mereka itu tahu aturan, tapi bersikap masa bodoh,” ungkap Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno.

Sebelumnya, pada 15 Juni lalu, tujuh pramusaji juga diamankan karena nekat menabrak aturan pembatasan jam operasional warung kopi termasuk yang berfasilitas karaoke.

Seminggu berselang, 22 Juni 2016, enam pramusaji pun diangkut oleh petugas Satpol PP karena alasan yang sama. Sanksi bagi pelanggar yang tidak tegas, dinilai sebagai biang pelanggaran berulang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan