Begal Berulah Lagi, Guru Honorer Jadi Korban

Sabtu, 6 Agustus 2016 | 14:02 WIB
Korban begal di ruas Ngadem-Seren saat menjalani perawatan di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (5/8/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

Korban begal di ruas Ngadem-Seren saat menjalani perawatan di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang, Jumat (5/8/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Begal berulah kembali di ruas Jalan Ngadem-Seren, Jumat (5/8/2016) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Kali ini, korbannya seorang wanita berprofesi sebagai guru honorer SD Negeri 2 Kutoharjo Kecamatan Rembang.

Korban diketahui bernama Esti Dwi Wahyuni (24), warga Dukuh Sering Desa Randuagung Kecamatan Sumber. Dari keterangan yang dihimpun mataairradio, Esti bermaksud pulang seusai dari lembur tugas di Kwarcab Pramuka Rembang dengan mengendarai Yamaha Mio J.

Tetapi sesampainya di jalan wilayah Desa Ngadem, ia dipepet oleh dua orang berperawakan kecil mengendarai sepeda motor yang tidak diingat mereknya tetapi jenis matik. Sejurus kemudian, pelaku memukul beberapa kali kepala korban yang berhelm, dengan benda tajam.

Seketika, Esti terjatuh. Pelaku pun segera meraih sepeda motor korban, termasuk tas berisi satu unit komputer jinjing berlayar 14 inchi merek Compac, satu unit tablet merek Advan, satu unit ponsel merek Samsung J1, dan uang tunai sekitar dua juta rupiah.

Esti sempat berusaha mempertahankan barang-barang berharga tersebut, tapi karena kalah kuat dan pelaku menendang keras korban, maka terpaksa dilepaskan. Belakangan, diketahui uang tunai tersebut merupakan setoran tabungan dari para siswanya.

Menurut keterangan korban, setelah membegal sepeda motor dan sejumlah barang berharga itu, pelaku kabur ke arah selatan menuju daerah Pragu, sedangkan Esti dihempaskan. Korban menderita luka lecet pada telapak tangan kiri dan pergelangan tangan kanan serta memar kepala.

Tidak lama berselang, seorang pengendara yang kebetulan melintas dan melihat korban, segera memberikan pertolongan. Esti meminta agar diantar ke Kantor BPBD, tempat banyak temannya sedang bertugas lembur, sebelum kemudian melapor ke Polres Rembang, malam itu juga.

Sementara itu, oleh pihak kepolisian, korban diantarkan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis dan agar mengurangi trauma yang bersangkutan atas kasus pembegalan yang dialami.

“Kami masih mendalami kasus pencurian dengan disertai kekerasan yang menimpa korban dengan melakukan penyelidikan,” ungkap Kanit I Satreskrim Polres Rembang Iptu Arif Kristiawan, Sabtu (6/8/2016).

Atas kasus tersebut, pihak kepolisian berharap kepada masyarakat agar selalu dalam kewaspadaan dan tidak melintas sendirian di jalur sepi, terutama pada malam hari, guna mengurangi kerawanan tindak kejahatan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




One comment
  1. Mbendul rembang

    Agustus 7, 2016 at 8:42 pm

    Tugas Bapak Polisi, bisa nggak mencari dan menangkap begal tsb.??????

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan