Bawaslu Bikin Sosialisasi Gerakan Tolak Politik Uang

Senin, 9 April 2018 | 18:31 WIB

Logo Bawaslu

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menggelar sosialisasi gerakan tolak politik uang dalam Pilgub Jateng 2018 di Kabupaten Rembang, Selasa (10/4/2018).

Menurut Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang Totok Suparyanto, daerah ini menjadi sasaran sosialisasi karena program Bawaslu ini menyasar kabupaten di perbatasan.

Selain Rembang, sosialisasi serupa juga digelar di Brebes, Cilacap, Wonogori, dan Solo. Ia menilai, dipilihnya Rembang bukan karena daerah ini tergolong rawan politik uang, melainkan murni program.

“Apalagi berdasarkan pemetaan yang diterbitkan oleh Bawaslu, tingkat kerawanan politik uang di Kabupaten Rembang adalah biasa saja, dibandingkan dengan Kabupaten Sragen,” katanya.

Ketua Panwaslu menganggap, sosialisasi dari Bawaslu tersebut berarti penting guna menyadarkan masyarakat mengenai politik uang. Menurutnya, sebagai orang beragama, politik uang dilarang.

Begitu pula ditinjau dari aturan perundang-undangan. Totok menekankan, pelaku politik uang bisa dikenai sanksi administrasi maupun pidana. Sanksi administrasinya berupa pembatalan calon.

“Hanya saja, syarat digugurkannya pasangan calon karena politik uang, harus memenuhi unsur terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Itu celah dan kelemahannya,” katanya.

Sanksi pidananya adalah hukuman penjara minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan. Selain itu, pelaku politik uang juga diancam denda minimal Rp200 juta, maksimal satu miliar rupiah. Penerimanya juga diancam pidana yang sama.

Totok menambahkan, sosialisasi gerakan tolak politik uang akan diikuti oleh seratus orang dari berbagai unsur mulai pemerintah, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan pelajar. Parpol tak diundang.

“Unsur peserta, ditentukan langsung oleh Bawaslu. Kami harus percaya diri, sosialiasi nanti akan efektif. Apalagi, mereka yang diundang adalah para pimpinan di OPD maupun ormas,” kata dia.

Jika seratus orang yang diundang itu hadir, maka harapannya, mereka akan menjadi agen-agen gerakan tolak politik uang, yang kemudian menularkan spirit yang sama kepada jajaran level di bawahnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan