Baru Sepekan, Spanduk Kampanye Pilgub Jateng Rusak dan Hilang

Jumat, 13 April 2018 | 16:45 WIB

Pemasangan spanduk kampanye Pilgub Jateng 2018 di Desa Grawan Kecamatan Sumber, Ahad (8/4/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Spanduk kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah yang telah terpasang di setiap desa di Kabupaten Rembang dilaporkan mulai rusak dan hilang.

Padahal, alat peraga kampanye itu baru tuntas dipasang oleh pihak KPU Kabupaten Rembang pada Ahad 8 April lalu. Beberapa spanduk yang terpantau rusak dan hilang adalah di Sarang.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang M Adib Ulinnuha mengatakan, perawatan spanduk setelah dipasang menjadi tanggung jawab tim kampanye pasangan calon.

“Bukan lagi tanggung jawab KPU kabupaten,” katanya.

Ia memastikan, pemasangan dua spanduk per desa oleh PPS sudah diketahui oleh tim kampanye pasangan calon baik nomor urut 1 maupun dua dan disaksikan oleh pengawas Pemilu di tingkat desa (PPD).

“Meskipun kerusakan dan kehilangan spanduk kampanye setelah terpasang bukan lagi tanggung jawab kami, kami meminta kepada tim kampanye pasangan calon untuk menginventarisasi spanduk rusak dan hilang,” tandasnya.

Selanjutnya, jumlah spanduk yang rusak dan hilang bisa disampaikan kepada KPU Kabupaten Rembang untuk diteruskan kepada KPU Provinsi Jawa Tengah.

“Apakah spanduk rusak dan hilang akan diganti atau tidak, silakan komunikasi ke (KPU) provinsi,” tegasnya.

Adib juga menyatakan telah meminta para penyelenggara teknis di tingkat desa untuk turut memantau dan menjaga kondisi spanduk kampanye agar tetap baik.

“Kami berharap, spanduk itu dijaga secara bersama,” pintanya.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sarang Kholid membenarkan, APK di Desa Lodan Kulon dan Bonjor Kecamatan Sarang telah hilang.

“Kami sudah laporkan kepada KPU,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan