Baru Lima Hari Satlantas Sudah Tilang 1.200 Pengendara

Senin, 2 September 2019 | 20:24 WIB
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Satuan Lalu Lintas Polres Rembang menilang sebanyak 1.200 pelanggar aturan lalu lintas, pada kurun waktu lima hari sejak dimulainya Operasi Patuh Candi 2019, pada 29 Agustus lalu.

Dalam operasi tersebut, pelanggaran terbanyak dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Yakni pengendara masih di bawah umur dan belum memiliki surat ijin mengemudi (SIM), serta tidak mengenakan helm dan melawan arus.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Roy Irawan menyatakan, tingkat kesadaran pengendara di Rembang masih terbilang rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya tilang yang dilakukan oleh pihaknya.

Roy menyebutkan, target selama Operasi Patuh Candi 2019 yang bakal berakhir pada 11 September mendatang atau selama 14 hari sebanyak 3.000 tilang, namun baru lima hari berjalan pihak Satlantas sudah mendapatkan 1.200 tilang (bukti pelanggaran).

“Operasi kali ini titik fokusnya tidak hanya di penindakan, tetapi juga sosialisasi terhadap bahaya yang ada di jalan raya. Salah satu upaya yang kami lakukan sosialisasi di beberapa sekolahan di Rembang,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, bahwa operasi lalu lintas bisa digelar di mana saja selama masih dalam wilayah hukum Polres Rembang. Yang pasti lokasi operasi berada di titik-titik strategis yang dianggap berpotensi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Disinggung kejadian pengendara ditendang oleh oknum polisi di Tanggerang yang sempat heboh beberapa hari lalu, Roy janji hal tersebut tidak akan terjadi di Rembang.

“Kami sudah mewanti-wanti kepada anggota agar ramah dalam melayani masyarakat. Namun jika pengendara yang melakukan pelanggaran tidak ramah dengan polisi, ya kami tidak segan-segan untuk menindak tegas,” tegasnya.

Dirinya mengimbau agar pengendara yang merasa melanggar tidak kabur dan berbalik arah, hal tersebut dikhawatirkan memicu kecelakaan karena pengendara merasa takut dan tidak fokus dalam memacu kendaraannya.

Abdul Majid warga Desa Pamotan Kecamatan Pamotan berharap bahwa pihak kepolisian benar-benar menjalankan tugasnya ketika operasi.

“Jangan sampai ada kesan bahwa Operasi Patuh Candi 2019 ini dimanfaatkan untuk mendapatkan tilang banyak,” tandasnya.

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhamad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan