Banyukuwung Kritis, PDAM Bersiap Hentikan Rekening

Jumat, 28 Agustus 2015 | 17:02 WIB
Embung Banyukuwung. (Foto: Pujianto)

Embung Banyukuwung. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang masih bisa memasok air bersih bagi lebih dari 3.500 pelanggannya di wilayah barat Kecamatan Rembang dan Kaliori, setidaknya sampai Jumat (28/8/2015) ini.

Tetapi menurut Pelaksana Tugas Direktur PDAM Rembang Agus Iswanto, pasokan air baku dari Embung Banyukuwung kian kritis dan diperkirakan habis kurang dari dua bulan ke depan. Bahkan dia tidak memungkiri, prediksi itu bisa meleset menjadi lebih cepat, jika pencurian air dari pipa tidak terkendali.

“Karena ada banyak pencurian air dari pipa transmisi kami untuk kepentingan lahan pertanian,” katanya ketika dihubungi mataairradio.

Agus juga meyakinkan, apabila pasokan air bersih untuk ribuan pelanggan itu terhenti lebih cepat dari perkiraan, kebutuhan masyarakat masih bisa dikaver dengan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun dia mengakui, bantuan itu tidak bisa mencukupi semua kebutuhan.

Plt Direktur PDAM Rembang pun memastikan akan menghentikan penerbitan rekening tagihan bagi pelanggan, jika mereka sudah tidak lagi menikmati air bersih dari perusahaan daerah itu. Sebelum pasokan benar-benar habis, PDAM juga akan mendahuluinya dengan surat pemberitahuan.

“Begitu pasokan terhenti, otomatis rekening tagihan tidak kami terbitkan,” tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan pasokan bantuan air bersih yang diminta BPBD untuk disalurkan kepada warga yang dilanda kekeringan, PDAM mengklaim tidak ada masalah. Air yang diminta BPBD selalu bisa dikirim tepat waktu.

Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Rembang Ahmad Makruf mengatakan, jumlah desa yang kekeringan bertambah menjadi 53. Desa yang paling terbaru mengajukan bantuan air bersih adalah Pragu Kecamatan Sulang. Soal kelancaran pasokan air dari PDAM, dia mengakui belum ada persoalan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan