Banyukuwung dan Grawan Diusulkan Digarap seperti Tempuran

Jumat, 22 Desember 2017 | 14:51 WIB

Embung Banyukuwung. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Embung Banyukuwung dan Grawan di wilayah Kecamatan Sumber diusulkan digarap seperti Waduk Tempuran di Kabupaten Blora, sehingga bisa menjadi tujuan wisata.

Ketua BPD Sukorejo Kecamatan Sumber Sarijadi mengatakan, dua embung tersebut potensial dikembangkan menjadi objek wisata karena selama ini sudah banyak dikunjungi oleh warga dari luar kota.

“Tempuran itu tidak luas, tapi banyak dikunjungi. Embung Banyukuwung dan Grawan bisa dibuat seperti Tempuran. Eman-eman uang dari warga Rembang mengalir di Blora,” katanya.

Namun menurutnya usulan itu terbentur oleh infrastruktur jalan yang kurang memadai. Akses menuju Embung Banyukuwung misalnya. Warga Sukorejo harus memutar lewat Seren untuk sampai Sudo.

“Dulu ada jalannya, tapi terkena embung itu. Kalau bisa ada jalan dari Sukorejo ke Sudo untuk memudahkan masyarakat dan mengangkat potensi wisata di Sumber,” katanya.

Sebenarnya, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana sanggup membuat akses jalan bagi warga Sukorejo. Syaratnya ada tanah warga yang boleh dipakai untuk jalan. Namun warga belum satu suara.

“Saat Musrenbangdes sudah kami usulkan. Tapi warga memang belum satu suara. Kami usul agar warga merelakan sebagian tanahnya untuk jalan,” bebernya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sebuah kegiatan dinamika pembangunan di Pendapa Kecamatan Sumber, Kamis (21/12/2017) kemarin mengatakan, agar jalan bisa dibangun, urusan tanah harus selesai dulu.

“Tanah warga mesti dihibahkan kepada pemerintah kabupaten, supaya Pemkab bisa membangunnya. Kalau tidak ada bukti hitam di atas putih berupa hibah, Pemkab tidak bisa membuat jalan yang diusulkan,” jelasnya.

Ia mencontokan akses menuju Pantai Karangjahe. Tanah yang kini dipakai jalan, adalah tanah warga. Begitu dihibahkan kepada Pemkab melalui peraturan desa, maka pihaknya kini bisa membangun jalan wisata itu.

“Seperti jalan menuju Karangjahe itu. Setelah tanah dihibahkan kepada Pemkab lewat Perdes, kami bangun jalan dengan anggaran tiga miliar rupiah. Harus ada hitam di atas putih memang,” tandasnya.

Bupati berjanji akan langsung merencanakan pembuatan jalan pintas antara Sukorejo menuju Sudo, bila persoalan tanah telah klir. Ia memahami, jalan tersebut penting untuk menunjang perekonomian warga.

Saat ini, dari Sukorejo ke Sudo, warga harus memutar lewat Desa Seren Sulang. Jarak tempuh yang harusnya hanya 0,5 kilometer menjadi 8 kilometer karena tidak ada jalan pintas. Warga sudah lama menghendaki pembuatan jalan tembus antara Sukorejo hingga Sudo.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan