Banjir Menoro Sebabakan 20 Hektare Lahan Padi Terancam

Kamis, 2 Mei 2019 | 20:33 WIB

Bencana banjir yang terjadi di Desa Menoro Kecamatan Sedan pada Rabu (1/5/2019), merendam lahan padi dan rumah warga di empat RT. (Foto: mataairradio.com)

 

SEDAN, mataairradio.com – Bencana banjir yang terjadi di Desa Menoro Kecamatan Sedan pada Rabu (1/5/2019) dini hari, menyebabkan 20 hektare lahan padi siap panen terancam gagal panen.

Zidan selaku Kepala Desa setempat menjelaskan, banjir yang terjadi pada pukul dua dini hari, diakibatkan oleh luapan air sungai yang tak jauh dari permukiman warga.

“Air sungai meluap, karena tebing sungai dekat desa jebol, karena arus airnya terlalu kuat,” terangnya.

Ia menyebutkan, selain merendam lahan padi, banjir juga merendam rumah warga di empat RT, di desa itu. Rata-rata ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

“Alhamdulillah, korban jiwa tidak ada. Hanya lahan padi milik warga yang siap panen kena banjir. Sama rumah warga terendam,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Purwadi Samsi, melalui Kepala Seksi Kedaruratan Pramujo mengatakan, berdasarkan laporan yang pihaknya terima, hujan deras yang terjadi pada Rabu kemarin mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

“Laporan yang masuk, di Kecamatan Sarang ada empat desa yang terdampak banjir. Diantaranya, Desa Kalipang, Desa Sumbermulyo, Desa Gunungmulyo, dan Jambangan.

Lalu di Kecamatan Lasem, banjir hanya merendam gedung sekolah milik SMP Negeri 2 Lasem. Sedangkan, untuk bencana tanah longsor terjadi di Desa Sendangcoyo-Lasem, Desa Banyuurip, Wuwur, serta Trenggulunan-Pancur,” ungkapnya.

Menurut Pramujo, bencana tanah longsor yang paling parah hanya terjadi di Desa Banyuurip dan Trenggulunan, yang mengakibatkan satu unit rumah milik warga rusak.

“Parah yang di Bayuurip sama Trengulunan. Satu rumah rusak akibat tertimbun longsor,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, bencana banjir juga terjadi di Kecamatan Pamotan dan Sale, pada Selasa (19/3/2019). Saat itu, banjir disebabkan oleh pendangkalan saluran air dan sungai, sehingga tidak mampu mendistribusikan debit air secara efektif.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan