BABS Jadi Momok, Desa Diminta Beri Perangsang

Selasa, 5 April 2016 | 20:21 WIB
TPS liar di wilayah Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, persis di tepi aliran Sungai Babagan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

TPS liar di wilayah Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, persis di tepi aliran Sungai Babagan. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Pemerintah desa di Kabupaten Rembang diminta mengalokasikan dana desa guna stimulan bagi warga yang hingga kini belum memiliki jamban sehat.

Aktivitas buang air besar secara sembarangan (BABS) masih menjadi momok pemerintahan Hafidz-Bayu di Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz pada sarasehan kesehatan di Balai Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Selasa (5/4/2016) pagi menyebut permintaan itu agar pada 2017, kabupaten ini sudah bebas sepenuhnya dari aktivitas BABS.

“Jika itu (memberi stimulan dari dana desa untuk penyediaan jamban sehat, red.) dirasa berat karena jumlah dana stimulannya bisa jadi lumayan banyak, silakan koordinasi dengan dinas kesehatan,” katanya.

Pelaksana Tugas Camat Lasem Kukuh Purwasana menyebutkan dari 2o desa di wilayahnya, 17 desa masih belum bebas dari BABS. Targetnya 13 dari 17 desa itu akan bebas dari BABS pada 2016, sedangkan 4 desa sisanya akan bebas pada 2017.

“Kami siap mewujudkan 2017 bebas BABS,” katanya.

Menurutnya, belum terbebasnya Lasem dari BABS karena ekonomi dan pola pikir masyarakat yang belum mampu membuat jamban sehat dan BAB sembarangan dianggap tidak soal.

Dari pantauan, sebagian masyarakat di Kecamatan Lasem seolah nyaman dengan BAB di sungai. Sampai saat ini masih tampak berderet tempat BAB di sepanjang aliran Sungai Babagan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan