Awindo Bukan Organisasi Kewartawanan yang Diakui Dewan Pers

Selasa, 13 Maret 2018 | 18:55 WIB

Ketua PWI Kabupaten Rembang Djamal A Garhan. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang menyatakan bahwa Asosiasi Wartawan Indonesia (Awindo) bukan organisasi profesi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers.

Pernyataan PWI Kabupaten Rembang merespon belasan orang mengaku wartawan yang mendatangi Kantor Bupati Rembang pada Selasa (13/3/2018) pagi untuk audiensi soal pengadaan seragam batik tulis bagi ASN.

Ketua PWI Kabupaten Rembang Djamal A Garhan menyebutkan, organisasi profesi wartawan yang diakui Dewan Pers hanya Persatuan Wartawan Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia.

Menurutnya, organisasi profesi wartawan di luar PWI, AJI, dan IJTI bisa dikatakan ilegal. Mestinya, Pemkab Rembang dan jajarannya mengerti hal ini, kecuali mereka mengatasnamakan masyarakat.

“Kalau ada seseorang atau kelompok yang mengatasnamakan organisasi kewartawanan, Pemkab dan jajarannya harus tahu organisasi kewartawanan yang legal hanya tiga; PWI, AJI, dan IJTI.

Kalau menggunakan organisasi kewartawanan yang ilegal, sangat disayangkan kalau Pemkab mau menerima. Kecuali kalau mereka mengatasnamakan masyarakat, malah silakan,” katanya.

Ketua Awindo Kabupaten Rembang Zaenur Rochim yang dikonfirmasi mengenai pernyataan PWI mengatakan, asosiasinya terdiri atas wartawan dan LSM. Mereka berserikat agar diurusi oleh Pemerintah.

Ia mempersilakan bila Awindo dianggap tidak sah. Zaenur mempersilakan organisasinya ditelusuri. Ia meyakinkan, asosiasinya memiliki kepengurusan di tingkat provinsi dan pusat, serta telah lama berdiri.

Karena sudah lama berdiri, ia mengira asosiasinya terdaftar di Dewan Pers. Ia pun mengklaim, organisasinya tidak sembarangan, mengingat adanya kepengurusan di daerah dan provinsi di Indonesia.

“Silakan kalau Awindo dianggap nggak sah. Silakan untuk menelusuri. Kami ada DPC ada DPP. Silakan untuk dicek. Berdiri lama, saya kira ya sudah terdaftar. Saya kira tidak sembarangan gitu lho,” katanya.

Menurut siaran pada laman resmi Dewan Pers, tercatat hanya tiga organisasi wartawan yaitu IJTI dan PWI yang sama-sama berkantor pusat di Gedung Dewan Pers, dan AJI yang berkantor pusat di Senen, Jakarta Pusat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Kukuh Purwasana mengaku akan lebih selektif dalam menerima organisasi kewartawanan, terutama di luar otoritas Dewan Pers.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan