Atasi Krisis Air, Rembang belum perlu Bantuan Provinsi

Saturday, 7 October 2017 | 15:02 WIB

Distribusi bantuan air bersih oleh pihak BPBD bekerjasama dengan PDAM Rembang pada tahun 2017. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang belum perlu bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi krisis air bersih di beberapa desa di daerah ini.

Pasalnya, alokasi anggaran dari pemerintah kabupaten setempat masih cukup untuk membiayai bantuan air bersih bagi daerah-daerah yang kekeringan.

“Alokasi anggaran untuk penanganan kekeringan yang besarnya Rp50juta dari APBD Induk dan Rp50juta dari APBD Perubahan 2017 masih cukup,” kata Kasi Logistik pada BPBD Kabupaten Rembang Akhmad Makruf.

Menurutnya, sampai dengan Kamis (5/10/2017) lalu, alokasi tersebut sudah terpakai sebanyak 186 tangki. Jika dirupiahkan, setara dengan Rp37,2 juta.

“Selagi masih ada anggaran di daerah, kami tidak akan meminta bantuan dari Pemprov melalui BPBD Provinsi Jawa Tengah,” katanya kepada mataairradio.com.

Apalagi selain oleh Pemerintah, upaya mengatasi krisis air bersih di Rembang juga disokong oleh kalangan swasta dan PMI.

“PLN berpartisipasi dengan 9 tangki, PMI 30 tangki, SMP N 5 sebanyak lima tangki, dan Nasmoco 10 tangki,” ujarnya.

Ia menyatakan, jumlah desa yang krisis air bersih terus bertambah, sehingga menjadi 17 desa sampai dengan Sabtu (7/10/2017).

“Yang minta bantuan air tambah lagi, menjadi 17 desa. Ada tambahan lima desa dari Kecamatan Sumber dan Gunem,” terangnya.

Lima desa itu yakni Pelemsari, Sumber, Bogorejo, dan Tlogotunggal Kecamatan Sumber, serta Desa Banyurip Kecamatan Gunem.

BPBD sempat mencatat sebanyak 98 desa di Kabupaten Rembang sebagai daerah rawan kekeringan pada musim kemarau tahun 2017.

Mengenai hujan yang beberapa turun pada waktu akhir-akhir ini, Makruf menyebutnya bukan sebagai tanda segera datang musim penghujan.

“Hujan kemarin-kemarin itu sebagai selingan di musim kemarau, bukan tanda penghujan. Masyarakat tetap harus berhemat air,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan