ASN Cuti Dampingi Istri Melahirkan, OPD Diminta Selektif

Sabtu, 17 Maret 2018 | 21:03 WIB

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Rembang diminta selektif dalam mengabulkan permohonan cuti dari aparatur sipil negara (ASN) dengan alasan mendampingi istri melahirkan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang Suparmin mengatakan, selama ini belum pernah ada ASN cuti hingga satu bulan karena sang istri melahirkan. Sebab, hal ini merupakan kebijakan baru dan aturannya belum turun.

Menurutnya, meskipun cuti mendampingi istri melahirkan adalah hak, tetapi atasan mereka di OPD harus memastikan; tidak ada tugas yang terganggu. Oleh karena itu, Kepala OPD harus selektif mengabulkan cuti dari ASN.

“Memang cuti itu hak, tetapi Kepala OPD harus memastikan ketika ASN itu cuti tidak mengganggu tugas pokok dan fungsinya. Intinya cuti diberikan secara selektif,” katanya kepada mataairradio, Sabtu (17/3/2018).

Mengenai apakah cuti ASN dengan alasan mendampingi istri melahirkan bisa sepenuhnya diterapkan di Kabupaten Rembang, Suparmin menyatakan kemungkinannya kecil. Ia akan mengomunikasikan hal ini dengan setiap kepala OPD.

“Sebenarnya, ASN boleh mengajukan cuti tahunan sebanyak 12 hari, secara kumulatif. Bisa juga diambil sekali dalam tiga tahun, atau langsung 36 hari, misalnya untuk kepentingan ibadah haji,” katanya.

Prinsipnya, Suparmin menyebut bahwa ASN bisa mengajukan cuti dengan alasan penting, termasuk untuk menunaikan umrah. Namun kepala OPD tidak serta merta mengabulkan, tetapi mempertimbangkan tugas ASN itu.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz belum akan membuat peraturan bupati sebagai tindak lanjut dari Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Bupati menilai cuti selama sebulan yang bisa diberikan kepada ASN laki-laki untuk mendampingi istri melahirkan, tidak efisien. Apalagi, cuti mendampingi istri yang bersalin, tidak memotong jumlah akumulatif cuti tahunan yang 12 hari.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan