Apoteker Rembang Dibekali Cara Terapi Rheumatoid Arthritis

Senin, 23 Mei 2016 | 16:54 WIB
Seminar Kesehatan dan Rapat Kerja Cabang IAI Rembang di Ball Room Hotel Fave Rembang, 21 Mei 2016. (Foto: mataairradio.com)

Seminar Kesehatan dan Rapat Kerja Cabang IAI Rembang di Ball Room Hotel Fave Rembang, 21 Mei 2016. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para apoteker di Kabupaten Rembang, baru-baru ini mendapat pembekalan mengenai cara memberikan terapi yang aman terhadap pasien rheumatoid arthritis.

Rheumatoid arthritis adalah penyakit yang menyebabkan inflamasi atau radang berupa bengkak dan merah, yang kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kekakuan, dan bengkak pada sendi.

Pembekalan dilakukan melalui Seminar Kesehatan dan Rapat Kerja Cabang yang digelar oleh Pengurus IAI Cabang Rembang pada 21 Mei lalu di Ball Room Hotel Fave, setempat.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Rembang G Dri Isnawan melalui siaran pers yang diterima mataairradio mengatakan, kasus arthritis banyak dialami oleh masyarakat di kabupaten ini.

“Karena kasus arthritis banyak dialami oleh masyarakat Rembang, para apoteker, perlu tahu tentang patofisiologi dan cara melakukan terapi yang rasional dan aman terhadap pasien,” tulisnya.

Pihak IAI Cabang Rembang juga berharap, melalui seminar dan rapat kerja cabang tersebut, para apoteker akan bisa lebih mudah mengisi borang log book resertifikasi apoteker.

“Syarat legalitas praktek apoteker, sertifikat kompetensi, dan surat tanda registrasi apoteker (STRA) yang berlaku selama lima tahun, telah habis masa berlakunya,” sambungnya.

Tercatat 105 apoteker, terdiri atas 56 anggota IAI Cabang Rembang dan 49 dari luar Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Rembang, yang hadir untuk ikut seminar tersebut.

Hadir pula pejabat dari Dinas Kesehatan Rembang yang mewakili Bupati Abdul Hafidz, serta pengurus daerah IAI Jawa Tengah pada kesempatan tersebut.

Ketua panitia penyelenggara seminar tersebut Andrian Nur Widyarto menyebut kuota peserta perlu ditambah pada masa mendatang karena para peminat cukup banyak.

“Persiapan untuk menyelenggarakan seminar dan rapat kerja cabang seperti ini, perlu dilakukan minimal 3 bulan sebelum penyelenggaraan acara,” demikian Andrian.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan