APK Belum Komplit, KPU Genjot Sosialisasi Langsung

Sabtu, 28 April 2018 | 19:04 WIB

Logo KPU.

 

REMBANG, mataairradio.com – Alat peraga kampanye (APK) Pilgub Jateng 2018 belum komplit, setidaknya hingga Sabtu (28/4/2018).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang baru mendistribusikan alat peraga kampanye berupa spanduk yang masing-masing dua di tiap desa.

Namun baliho yang lima titik per kabupaten dan umbul-umbul yang 20 titik di tiap kecamatan, belum terdistribusi.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud mengatakan, pengadaan baliho dan umbul-umbul yang merupakan kewenangan KPU Provinsi Jawa Tengah, belum beres.

“KPU kabupaten seperti Rembang hanya bisa menunggu. Kewenangan KPU kabupaten hanya menentukan titik-titik pemasangan baliho dan umbul-umbul. Selebihnya urusan KPU provinsi,” katanya.

Meskipun alat peraga kampanye belum komplit, Suud menyatakan terbantu oleh biaya sosialisasi Pilgub Jateng 2018 yang cukup besar.

Anggaran sosialisasi hingga ke level panitia pemungutan suara, lumayan besar, tetapi ia tidak menyebutkan persisnya.

“Karena itu, meski APK yang pasif belum lengkap, tetapi secara sosialisasi yang bersifat langsung kepada pemilih, berjalan gencar,” tandasnya.

Ia menyatakan telah menggandeng 30 organisasi masyarakat untuk sosialisasi Pilgub. Selain itu, PPK dan PPS sudah melakukan inovasi sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Mengenai protes dari kubu pasangan calon, Suud mengakui ada. Menurutnya protes itu wajar karena alat peraga kampanye merupakan hak pasangan calon.

Ia menegaskan, KPU kabupaten tidak bisa berbuat banyak soal APK. Sebab, kewenangannya pada KPU provinsi.

“Upaya untuk mendulang partisipasi pemilih, terus dilakukan, termasuk lewat debat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang dibarengi nonton bersama,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan