Api Sambar Bensin saat Menambal Ban, Kios Ludes

Kamis, 10 Mei 2018 | 13:38 WIB

Kios bensin yang menjadi satu dengan bengkel tambal ban di sebelah timur Puskesmas Rembang II terbakar, Rabu (9/5/2018) malam sekitar pukul 20.45 WIB. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kios bensin yang menjadi satu dengan bengkel tambal ban di sebelah timur Puskesmas Rembang II terbakar, Rabu (9/5/2018) malam sekitar pukul 20.45 WIB.

Diduga penyebabnya adalah api untuk menambal ban menyambar bensin yang tumpah. Kios bensin dan bengkel tambal ban ini milik Fauzi, warga Dusun Bagel Desa Mondoteko Kecamatan Rembang.

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang Wiyoto mengatakan, warga yang segera melihat kebakaran bergegas memadamkan api.

“Itu orangnya nambal, apinya nyambar bensin yang tumpah. Api lalu berkobar, membakar kios. Yang nolong pertama ya warga perumahan di depannya itu,” tuturnya.

Menurut Wiyoto, selain meludeskan bangunan kios, kebakaran malam itu juga menghanguskan perangkat tambal ban, wadah bensin, dan kompresor. Kerugian ditaksirnya mencapai Rp20 juta.

Api pun sempat merembet sedikit bagian bangunan kios di sebelah utaranya. Namun berkat kesigapan warga perumahan, si jago merah tidak sampai merenggut deretan bangunan kios di sampingnya.

Wiyoto yang merupakan warga setempat mengatakan, regu pemadam kebakaran sempat datang ke lokasi. Mereka tidak sampai melakukan pemadaman, tetapi tetap mengecek sisa-sisa bara api.

“Pemadam ya ngecek kios di sebelahnya juga, khawatir ada sisa-sisa api. Ngecek kelistrikan juga. Setelah semua dipastikan aman, baru pemadam pulang,” terangnya.

Sementara itu, Fauzi seperti tak percaya melihat tempatnya mencari nafkah terbakar, berikut barang-barang sarana bekerja. Ia tampak terdiam di sekitaran lokasi kiosnya. Warga mencoba menghiburnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan