APD Untuk Pelaksanaan Pilkada 2020 Mulai Didistribusikan

Senin, 13 Juli 2020 | 18:03 WIB

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pancur saat menerima logistik berupa alat pelindung diri (APD) di Kantor Kecamatan Pancur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, pada Senin (13/7/2020). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mulai mendistribusikan alat pelindung diri (APD) untuk petugas coklit data pemilihg menjelang pelaksanaan Pilkada Rembang 2020.

Pasalnya tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih Pilkada akan mulai digelar pada 15 Juli 2020.

Pendistribusian APD dilakukan untuk memenuhi aturan protokol kesehatan dan meminimalisir penyebaran Covid-19 selama melaksanakan proses pilkada.

Ketua KPU Rembang Ika Iqbal Fahmi menyatakan, sampai Senin (13/7/2020) pihaknya sudah mendistribusikan logistik berupa alat pelindung diri ke seluruh kecamatan di Rembang.

Jenis APD yang di distribusikan yaitu masker kain, sarung tangan sekali pakai, hand sanitizer, dan pelindung wajah atau face shield.

Khusus untuk pelindung wajah hanya diberikan kepada petugas coklit karena harus mendatangi rumah-rumah warga, sedangkan APD yang lain diperuntukkan bagi panitia pemungutan suara (PPS) yang berjumlah tiga orang pada masing-masing desa.

“Sudah didistribusikan dari kemarin, hari ini (Senin, 13 Juli 2020) Insya Allah sudah sampai tingkat desa dan bisa digunakan tanggal 15 Juli 2020, secara serentak,” ungkapnya.

Disinggung apakah petugas coklit juga mengenakan baju hazmat, Iqbal menyatakan tidak. Pasalnya Kabupaten Rembang tidak termasuk daerah dalam kategori zona hitam, sehingga penggunaan baju hazmat tidak diwajibkan.

“Keputusan ini atas pertimbangan dengan pihak gugus tugas Kabupaten Rembang,” tegasnya.

Iqbal menambahkan, semua kelengkapan APD merupakan hibah barang dari Pemkab Rembang.

Selama melaksanakan setiap tahapan pelaksanaan pilkada, pihaknya selalu koordinasi dengan pihak gugus tugas percepatan penanganan covid-19, sehingga tidak melanggar aturan protokol kesehatan.

“Tahapan yang baru saja selesai dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat adalah pelaksanaan rapid tes atau tes cepat untuk petugas coklit seminggu yang lalu,” pungkasnya.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan