Antrean Haji Rembang Diprediksi Terpangkas Dua Tahun

Kamis, 12 Januari 2017 | 14:44 WIB

Jemaah haji berasal dari Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Kloter 48 saat pemeriksaan dokumen menjelang keberangkatan dari Bandara Madinah ke Tanah Air, Kamis (6/10/2016) pukul 19.15 Waktu Arab Saudi. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Antrean haji di Kabupaten Rembang diprediksi terpangkas dua tahun, menyusul persetujuan Pemerintah Arab Saudi menambah kuota haji untuk Indonesia pada tahun 2017 ini.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Shalehuddin menyebutkan, antrean haji di daerah ini sebelum adanya penambahan kuota dari Pemerintah Saudi sampai 2039.

“Itungan kami, jika kuota haji Indonesia yang sempat dipangkas, kini dikembalikan normal, bahkan sekaligus ditambah, maka Rembang mungkin dapat tambahan 100-an per musim. Jadi antrean yang mestinya sampai 2039, akan terpangkas menjadi tinggal sampai 2037,” katanya.

Namun, pihaknya belum berani menyampaikan sosialisasi secara resmi ke calon jemaah melalui tiap-tiap Kantor Urusan Agama, karena belum ada edaran legal dari Kementerian Agama Pusat. Pihaknya sebatas merespon berita terkini yang berkembang.

“Intinya, sebagian dari jemaah yang jatah berangkat di tahun 2018, akan maju; berangkat di 2017. Tahun ini, sedianya yang berangkat cuma 625 orang, tetapi berkat tambahan kuota ini, yang haji tahun ini sekitar 800 orang,” terangnya kepada mataairradio.com, Kamis (12/1/2017).

Nantinya begitu ada pemberitahuan secara resmi dari Pusat, pihaknya akan langsung menindaklanjuti dengan pembuatan paspor dan update foto-foto. Pengadministrasian penambahan kuota jemaah haji ini, katanya tidak merepotkan karena waktu pemberangkatan masih jauh.

“Nanti, teknisnya kita lihat dulu di Siskohat. Setelah tahu kuota Jawa Tengah, apakah kembali jadi 29.000 atau ditambah lagi jadi 30.000, kita bisa lihat, nama-nama terakhir yang secara sistem bisa masuk kuota 2017. Begitu jelas, kita kasih tahu jemaah lewat KUA-KUA,” pungkasnya.

Pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan tambahan kuota haji bagi Indonesia pada 2017. Kuota normal haji bagi Indonesia dikembalikan dari 168.800 menjadi 211.000 sekaligus memberikan tambahan 10.000 orang.

Sebelumnya, sejak 2013 jumlah kuota jemaah haji Indonesia dan negara lainnya mengalami pemotongan 20 persen karena adanya perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram, Mekkah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan