Antisipasi Penyebaran Corona, Jemaah Pengajian dan Santri di Rembang Diperiksa

Kamis, 19 Maret 2020 | 08:26 WIB

Seorang jemaah pengajian rutin di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang diperiksa suhu badannya oleh Petugas Medis dari RSUD dr R Soetrasno, pada Selasa (17/3/2020) di pondok pesantren setempat. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jemaah pengajian dan santri di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang diperiksa kesehatannya oleh tim medis dari RSUD dr R Soetrasno, pada Selasa (17/4/2020).

Para santri itu dicek suhu badannya dengan menggunakan termometer digital, untuk mengetahui kesehatannya.

Hal itu, kata M Bisri Cholil Laqouf (Gus Gipul) selaku Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, sebagai upaya pihaknya untuk mencegah penyebaran pandemi virus corona di lingkungan pondok.

“Sebuah ikhtiar untuk meminimalisir pergerakan virus corona, sekaligus sosialisasi akan pentingnya menjaga kebersihan,” terangnya.

Ia menyebutkan, ada sebanyak enam orang tenaga medis yang melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

“Saya minta bantuan RSUD, dan RSUD mengirimkan enam personilnya. Alhamdulillah hasilnya aman semua. Bilamana tadi ditemui suhu diatas 37,05 derajat celsius, akan direkomendasi pemeriksaan tindak lanjut,” imbuhnya.

Gus Gipul menambahkan, selain santri pondok, para jemaah pengajian rutin juga turut diperiksa dan hasilnya nihil. Tidak ada jemaah yang suhu badannya diatas 37,05 derajat celsius.

“Jamaah ngaji saja sekitar ada seribuan yang datang. Kalau sama anak santri, yang juga tadi ikut dicek, ada sekitar keseluruhan seribu tujuh ratusan. Alhamdulillah semua aman dan sehat,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan