Ansor Diharapkan Jadi Penggerak Pembangunan Moral Bangsa

Senin, 13 November 2017 | 11:37 WIB

Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah yang berakhir Ahad (12/11/2017) malam, memilih secara aklamasi Sholahuddin Aly, sebagai ketua anyar untuk masa khidmah 2017-2021 menggantikan Ikhwanudin. Sholahuddin sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah pada masa khidmah empat tahun sebelum sekarang. (Foto: mataairradio.com)

 

PEKALONGAN, mataairradio.com – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengharapkan Gerakan Pemuda Ansor menjadi motor penggerak pembangunan moral dan spiritual bangsa.

Menurutnya, tantangan zaman kekinian adalah moral dan spiritual bangsa yang cenderung menurun.

Ansor sebagai organisasi gerakan pemuda yang terdapat di 397 kecamatan dari 573 kecamatan di Jawa Tengah, katanya, akan mampu memenuhi harapan tersebut.

“Saya kira dengan kekuatan saat ini, Ansor mampu menjawab tantangan zaman yang kini kita hadapi,” ucapnya di Konferwil GP Ansor Jawa Tengah, di Kajen, Pekalongan, Ahad (12/11/2017).

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Abu Hapsin mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor perlu terus bergerak menghadapi persoalan ideologi kebangsaan yang diusik.

“Dengan tantangan itu, kita harus jaga semangat dan kebersamaan, antara NU dan badan otonomnya, Gerakan Pemuda Ansor,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas juga menyatakan, adanya tantangan yang dihadapi bangsa ini, antara lain dipertanyakannya konsensus nasional.

“Konsensus nasional yakni bentuk negara NKRI dengan dasar Pancasila dipersoalkan. Selain itu, adanya monopoli pemahaman keagamaan, dan terakhir mayoritas yang memilih diam. Itu jadi tantangan kita,” katanya, pun di kesempatan itu.

Gus Yaqut menjelaskan, mereka yang mempertanyakan konsensus nasional hendak mengganti NKRI dengan khilafah islamiyah, sedangkan monopoli atas pemahaman keagamaan melahirkan penilaian bahwa yang berbeda wajib diperangi.

“Celakanya, sudah jelas ada tantangan seperti ini, mayoritas kita yang ingin mempertahankan NKRI sebagai warisan perjuangan para pahlawan, justru memilih diam. Ini masalahnya,” katanya.

Ia mengajak kepada segenap masyarakat untuk mewaspadai gerakan yang memecahbelah NKRI, terutama lewat propaganda yang disampaikan secara massif di dunia maya.

“Semua forum dan momentum mereka gunakan untuk menyebar gerakan radikal, sehingga mari kita terus bergerak. Mereka hanya terlihat besar di dunia maya, tapi kecil di dunia nyata. Jangan takut,” pungkasnya.

Sementara itu, melalui Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah yang berakhir Ahad malam, terpilih secara aklamasi Sholahuddin Aly, sebagai ketua anyar untuk masa khidmah 2017-2021 menggantikan Ikhwanudin.

Sholahuddin sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah pada masa khidmah empat tahun sebelum sekarang.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan