Angka Kematian Ibu dan Bayi di Rembang Masih Tinggi

Jumat, 7 April 2017 | 19:00 WIB

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang Ali Syofii ketika memberikan keterangan pers kepada para pewarta seusai acara jalan sehat dalam rangka Hari Kesehatan sedunia di Desa Tegaldowo, Gunem, Jumat (7/4/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

GUNEM, mataairradio.com – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang masih tinggi, setidaknya hingga peringatan Hari Kesehatan sedunia yang jatuh pada Jumat, 7 April 2017.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang Ali Syofi’i menyebutkan, sejak Januari hingga awal April 2017, sudah terjadi lima kasus kematian ibu dan bayi.

Sementara, menurutnya, jumlah kasus kematian ibu dan bayi pada tahun 2016, sebanuak 15 kasus. Pihaknya menargetkan, angka kematian ibu dan bayi 2017 tertekan di angka 8-9 kasus.

“Saat ini kami telah mengerahkan mulai tingkat desa, puskesmas, hingga rumah sakit agar saling berkoordinasi guna menekan laju kematian ibu dan anak di Rembang,” katanya.

Selain mengungkap masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, Ali juga menyebutkan bahwa angka kasus penyakit menular pun masih cukup tinggi.

“Di Rembang kejadian penyakit menular masih tinggi, salah satunya DBD. Kewajiban kita adalah bagaimana memberdayakan masyarakat agar berpola hidup sehat dan melakukan PSN,” paparnya.

Tidak hanya demam berdarah dengue, pihak dinas kesehatan setempat menyebut pula bahwa angka kasus HIV/AIDS di daerah ini, masih perlu penanganan secara serius.

“Semakin lama HIV/AIDS semakin meningkat. Kalau kita menemukan, langsung kita obati dan kita cegah penularannya,” katanya seusai acara jalan sehat dalam rangka Hari Kesehatan sedunia di Desa Tegaldowo, Gunem.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan