Angka Kecelakaan Tinggi, Ini Pesan Gus Mus

Jumat, 17 Mei 2013 | 14:02 WIB
KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). (Foto:AFTA)

KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). (Foto:AFTA)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengaku prihatin dengan tingginya angka kecelakaan di kabupaten ini dalam sepekan terakhir. Pihak Kepolisian Resor Rembang mencatat sepuluh orang meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Gus Mus yang ditemui reporter MataAir Radio seusai pengajian rutin Jumat (17/5) pagi berpesan kepada semua pihak untuk sadar dan mengambil tanggung jawabnya masing-masing.

Pemerintah kabupaten ini perlu kembali menengok kondisi fasilitas jalan dan lampu penerangan jalan yang ada. Jangan sampai perbaikan fasilitas-fasilitas itu menunggu adanya korban jiwa.

Perusahaan angkutan pun perlu menengok kondisi armadanya, apakah laik atau tidak beroperasi dan apakah penumpang yang diangkut melebihi kapasitas atau tidak. Masyarakat sendiri pun harus sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas.

Menurut Gus Mus, setiap ada kecelakaan dan timbul korban jiwa, mestinya itu tidak dipandang sebagai orang lain, sebab korban kecelakaan bisa jadi kita atau keluarga kita sendiri.

Gus Mus pun berpesan agar masyarakat tidak melakukan kongkalikong dengan polisi untuk mendapatkan surat izin mengemudi atau SIM. Polisi perlu memastikan orang yang diterbitkan SIM-nya benar-benar bisa mengemudi atau tidak.

Dari informasi yang diterimanya, ternyata baik korban maupun penabrak, banyak yang belum mengantongi SIM. Gus Mus pun membeber pengalamannya dalam mendapatkan SIM. Ia mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku dalam mengurus SIM, termasuk tes tertulis dan praktek dengan melalui lintasan berbentuk angka delapan.

Khusus untuk kecelakaan Manggar, Gus Mus berharap pemerintah segera mengupayakan pagar atau pembatas ataupun rambu tambahan agar kejadian serupa tidak berulang. Ia menegaskan, dari data statistik belakangan ini, jumlah korban kecelakaan lalu lintas lebih banyak dibandingkan korban perang.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Sugino membenarkan tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Rembang. April lalu, 15 orang meninggal dunia akibat kecelakaan dari 52 kasus laka lantas. Sementara sejak 10-17 Mei ini, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas sudah mencapai sepuluh orang dari tiga kasus laka lantas. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. sukri

    Mei 17, 2013 at 2:37 pm

    Harus segera dievaluasi Kinerja Polantas dan Perhubungan… tingginya lakalantas semenjak Kasatlantas yang baru dan Kabid Baru yang menangani KIR KEndaraa DInas Perhubungan sudah tidak bisa ditolerir lagi… harus dievaluasi dan diganti….

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan