Angka KB di Rembang Turun Sejak Ada Pandemi

Kamis, 5 November 2020 | 12:19 WIB

Ilustrasi. (Foto: Danum.id)

 

REMBANG, mataairradio.com – Angka keluarga berencana (KB) di Kabupaten Rembang turun sejak adanya pandemi global covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Ikatan Penyuluh KB (IPeKB) Kabupaten Rembang Didik Ismanto saat rapat koordinasi di Hotel Pollos, pada Rabu (4/11/2020).

Rakor yang bertema “Penyuluh KB 4.0 Bekerja Dengan Cerdas, Kreatif, dan Inovatif Dalam Tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru” itu, salah satunya membahas bagaimana di masa pandemi covid-19 ini penyuluh KB tetap eksis menjalankan program KB.

Didik menyebut, angka penurunan KB di Rembang masih terbilang kecil. Penurunan itu disebabkan adanya batasan jumlah masyarakat ber-KB ke Puskesmas sejak ada pandemi covid-19. Itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan potensi kerumunan massa.

Ia menerangkan, ada perubahan-perubahan yang dilakukan para penyuluh KB di saat ini, diantaranya memaksimalkan media sosial untuk sosialisasi, karena sejak masa pandemi dilarang mengumpulkan banyak orang.

Selain itu, petugas penyuluh KB saat ini juga ada tambahan tugas selain sosialisasi. Yakni mengantarkan pil KB dan alat kontrasepsi ke kader KB di desa-desa.

“Distribusi Pil, kondom ini kita langsung ke rumah kader. Kader telpon butuh berapa kita langsung jalan ke desa. Kalau dulu mereka bisa ke Puskesmas atau ke bidan desa, ” tuturnya.

Pjs Bupati Rembang Imam Maskur berharap, penyuluh KB bisa mengoptimalkan keberadaan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), Sub PPKBD sampai dengan rekan-rekan “Jogo Tonggo” yang ada di desa-desa.

Lebih lanjut Imam menyarankan, adanya rekomendasi dari hasil rakor yang disampaikan kepada Pemkab Rembang untuk optimalisasi program KB.

“Dulu satu penyuluh pendampingannya dua desa, sekarang satu penyuluh KB bisa sembilan sampai 20 desa. Karena memang yang pensiun banyak, tetapi penyuluhnya tidak ditambah, tadi saya tanya untuk Jawa Tengah saja 45 orang penyuluh KB penambahannya.

Kalau di Rembang ada 294 desa/kelurahan, penyuluh KB-nya hanya ada 44 orang, jadi satu penyuluh bisa mendampingi enam sampai tujuh bahkan lebih, ” tuturnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan