Anggota Jemaah Haji Rembang Wafat di Mekkah

Minggu, 25 September 2016 | 12:31 WIB
Jemaah haji Kloter SOC 48 saat mendengarkan khutbah wukuf pada Senin (11/9/2016) siang di tenda Arafah. (Foto: eksklusif mataairradio.com)

Jemaah haji Kloter SOC 48 saat mendengarkan khutbah wukuf pada Senin (11/9/2016) siang di tenda Arafah. (Foto: eksklusif mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Seorang anggota jemaah haji yang tergabung Kelompok Terbang (Kloter) 48 berasal dari Kabupaten Rembang dilaporkan wafat di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (24/9/2016) pukul 14.15 waktu setempat.

Namanya Sono Untung Siyo, berusia 83 tahun, warga Desa Trembes Kecamatan Gunem. Pemegang paspor haji bernomor B 4274331 meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Kota Mekkah, Arab Saudi.

Menurut informasi yang dihimpun reporter radio ini, Sono sudah beberapa hari dirawat. Ia dilarikan ke klinik menjelang melaksanakan wukuf di Arafah karena penyakit obstruksi paru-paru.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Shalehuddin membenarkan, Sono Untung Siyo berasal dari Kloter 48 SOC Solo dan wafat setelah mengalami sesak nafas.

“Memang sempat beberapa hari dirawat. Sewaktu berangkat dari Rembang, yang bersangkutan dalam kategori calon haji berisiko tinggi. Kalau meninggal di sana, ya dimakamkan di sana (Mekkah, red.),” ujarnya ketika dikonfirmasi reporter mataairradio.

Sementara itu, jemaah haji asal Kabupaten Rembang, secara keseluruhan dilaporkan sehat. Ada beberapa yang masih menjalani perawatan di klinik karena terserang radang dan batuk lantaran sempat terjadi badai pasir.

Mereka juga masih dalam persiapan menuju Madinah, untuk nantinya melaksanakan ibadah Arbain, yakni 40 kali jemaah salat rawatib, selama 8 hari di Masjid Nabawi. Setelah itu jemaah haji bersiap pulang ke Tanah Air.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan