Anak Menantu Kades Boleh Ikut Seleksi Perangkat Desa

Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:09 WIB

Cetak layar syarat perangkat desa sebagaimana diatur pada Perbup 16 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Bagian Tata Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang menyatakan anak menantu dari kepala desa atau perangkat desa bisa ikutn seleksi pengisian perangkat desa pada tahun ini.

“Yang tidak boleh adalah suami atau istri, lalu hubungan ke atas seperti ayah atau ibu, dan ke bawah seperti anak. Anak menantu boleh,” kata Kepala Sub-Bagian Tata Pemerintahan Desa Gunari kepada mataairradio.com, Rabu (25/10/2017).

Pernyataan ini terkait syarat perangkat desa yang diatur Pasal 2 Ayat (2) huruf i pada Perbup Nomor 16 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa, tentang tidak memiliki hubungan perkawinan atau keluarga dengan Kades atau perangkat desa.

“Menantu tidak termasuk anak, karena nggak ada hubungan darah. Di kartu keluarga juga tidak ada istilah anak menantu kan. Biar tak terlalu membatasi. Itu pengertian yang kami terima dari Bagian Hukum. Terjemahannya seperti itu,” katanya.

Sejak 24-26 Oktober 2017, sedang berlangsung tahapan pembentukan panitia pengisian perangkat desa di desa yang mengadakan. Gunari optimistis waktu yang tersedia cukup, meski data terperinci soal jumlah perangkat desa lowong belum ada.

“Masih kurang data yang dari Kecamatan Rembang. Tetapi proses tahapan tetap berjalan, dan saat ini sedang tahapan pembentukan panitia pengisian perangkat desa. Sebelum akhir pekan, kita targetkan sudah selesai pembentukan panitia,” ucapnya.

Mengenai pelibatan pihak ketiga dalam pengisian perangkat desa, ia juga menyatakan masih menanti data “by name” desa dari setiap kecamatan yang akan memakainya. Hingga Rabu ini, baru Kragan, Sale, dan Sluke yang masuk “by name” desa.

“Yang pakai pihak ketiga, dalam hal ini Unnes atau Undip, nanti tesnya di Semarang. Soal jadwalnya, mana-mana kecamatan yang di Unnes atau di Undip, kita sampaikan nanti setelah desa tuntas membentuk panitia. Nanti ada MoU dengan desa,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Gunari juga menyinggung adanya desa yang ingin menyelenggarakan seleksi secara mandiri, namun ternyata secara diam-diam hendak bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi di daerah, yakni STIE YPPI Rembang.

“Kalau soal desa yang bilang ingin mandiri, tetapi ternyata bekerjasama dengan STIE YPPI, prinsipnya kami akan akomodir. Tetapi STIE YPPI belum ada MoU dengan kabupaten. Prinsip, yang kami harus pastikan kompetensinya dan sarana prasarana,” katanya.

Pendaftaran seleksi perangkat desa, menurut jadwal resmi yang diteken Bupati Rembang Abdul Hafidz, dibuka pada 4-10 November 2017. Jika jumlah pendaftar tidak memenuhi dua kali kebutuhan perangkat desa, maka pendaftaran bisa diperpanjang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan