553 Pejabat OPD Baru Rembang Dilantik

Senin, 2 Januari 2017 | 19:04 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Senin (2/1/2017) pagi. Ada 553 pejabat yang dikukuhkan, diambil sumpah, dan dilantik. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Senin (2/1/2017) pagi. Ada 553 pejabat yang dikukuhkan, diambil sumpah, dan dilantik. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) baru, Senin (2/1/2017) pagi. Ada 553 pejabat yang dikukuhkan, diambil sumpah, dan dilantik.

Rinciannya 21 orang pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II), 130 orang pejabat administator (Eselon III), dan 402 orang pejabat pengawas (Eselon IV).

Pejabat Eselon II yang dilantik adalah asisten, sekretaris DPRD, kepala dinas, kepala badan, dan inspektur. Pejabat Eselon III adalah sekretaris dinas, kepala kantor, camat, kepala bagian, kepala bidang, dan inspektur pembantu.

Adapun Pejabat Eselon IV yang dilantik pada kesempatan tersebut adalah kepala subbagian, kepala subbidang, kepala seksi, kepala UPT dinas, dan lurah.

Noor Effendi dikukuhkan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik, sedangkan Wartono kembali dikukuhkan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Kemasyarakatan, dan Sumber Daya Manusia.

Abdullah Zawawi dikukuhkan sebagai Asisten Administrasi Sekda Rembang, sedangkan dua posisi asisten lainnya masing-masing pada bidang pemerintahan dan perekonomian masih kosong.

Sekretaris DPRD Kabupaten Rembang tetap dijabat oleh Achmad Mualif. Begitu pun dengan jabatan Kepala Dinas Kesehatan yang masih dijabat Ali Syofii, Kepala Bappeda Hari Susanto, dan Kepala Kantor Kesbangpol Kartono.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM juga masih dijabat Muntoha, Inspektur Kabupaten Fahrudin, Kepala Dinlutkan Suparman, Kepala BKD Suparmin, Kepala Pelaksana BPBD Suharso, dan Kepala Dinpendukcapil Daenuri.

OPD yang berganti nama sebagian diisi oleh pejabat yang sama. Seperti Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (dulu DPU) Mujoko dan Kepala Dinas Perhubungan (dulu Dishubkominfo) Suyono.

Lalu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (dulu Distanhut) Suratmin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (dulu BLH) Purwadi Samsi, serta Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (dulu DPPKAD) Mustain.

Hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang diisi oleh pejabat baru, yaitu Dwi Purwanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Dinsosnakertrans yang kini menjadi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana tidak lagi dikepalai oleh Waluyo, tetapi oleh Dwi Wahyuni Haryanti.

Waluyo kini menjabat sebagai kepala OPD yang benar-benar baru, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Selain itu, beberapa OPD yang benar-benar baru, belum memiliki kepala.

Seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu pintu dan Tenaga Kerja, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Satuan Polisi Pamong Praja.

Sri Sugiyarti yang semula menjabat Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) menjadi Sekretaris Dinas Penanaman Modal. Adapun Slamet Riyadi yang semula Kepala Satpol Kelas B kini menjadi Sekretaris Satpol PP Kelas A.

“Kami belum siap mengisi semua. Kata Men-PAN, kalau mau geser harus pakai pansel. Apalagi promosi untuk pejabat tinggi pratama. Menggeser saja lewat pansel,” kata Bupati Abdul Hafidz seusai pelantikan.

“Saya ada Plt jumlahnya 9. Inginnya saya tata semua. Sisanya (sisa dari yang di-Plt) kita panselkan. Tapi tetap tidak boleh. Jawaban tertulisnya (dari Men-PAN) ada. Kami tidak berani melawan,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan