5.487 Warga Kecamatan Sulang Belum lakukan Perekaman e-KTP

Rabu, 21 November 2012 | 15:06 WIB


SULANG – MataAirRadio.net, 5.487 dari 30.805 wajib e-KTP yang terdaftar di Kecamatan Sulang, hingga 21 November 2012 ternyata belum mengikuti perekaman data elektronik kartu tanda penduduk.

Koordinator perekaman e-KTP Kecamatan Sulang, Mundofir, kepada reporter MataAir Radio, Selasa (21/11) mengatakan, jumlah warga yang belum mengikuti perekaman tersebut tersebar di semua desa di Kecamatan Sulang.

Menurutnya, penyebab ketidakhadiran warga dalam perekaman e-KTP antara lain karena yang bersangkutan tengah boro atau bekerja di luar daerah. Selain itu, ada sejumlah warga yang diketahui telah pindah domisili, berusia lanjut, atau bahkan sudah meninggal.

Dengarkan rekaman disini.

Mundofir menambahkan, saat ini proses perekaman bagi warga yang yang terlewatkan e KTP, terus berjalan. Sesuai intsruksi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang, pihaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada warga yang hingga saat ini belum melakukan perekaman, agar segera datang ke kantor kecamatan.

Dengarkan rekaman disini.

Terkait hal itu, Camat Sulang, Sukis Sutarto berharap pihak pemerintah desa dalam hal ini kepala desa dan aparatnya untuk senantiasa mengingatkan dan mendorong warganya yang belum melakukan perekaman agar segera datang ke kantor kecamatan guna melakukan perekaman e-KTP.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang mencatat total ada sebanyak 49.258 jiwa yang belum mengikuti perekaman data e-KTP karena sejumlah alasan, antara lain karena yang bersangkutan sedang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri, melaut dalam kurun waktu yang agak lama, atau memang berhalangan datang saat jatah undangan perekaman di kecamatan. (Muhtarom)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan