Empat Rumah di Kasreman Dilalap Si Jago Merah

Kamis, 26 Juli 2018 | 18:35 WIB

Empat rumah terbakar api di Desa Kasreman Kecamatan Rembang pada Kamis (26/7/2018) siang tepatnya pukul 11.00. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak empat rumah terbakar api di Desa Kasreman Kecamatan Rembang pada Kamis (26/7/2018) siang tepatnya pukul 11.00 waktu setempat.

Muhammad Anwar Sekretaris Desa Kasreman menyatakan diduga api berasal dari kompor milik Kaelan warga RT 5 RW 1 Desa Kasreman yang lupa dimatikan selesai memasak.

Kompor yang meledak kemudian menimbulkan percikan api dan membakar tumpukan jerami dibelakang rumah.

Tidak butuh waktu lama api merembet ke sebelah rumah lainnya karena posisi rumah saling berdempetan.

Anwar menambahkan dua rumah milik Kaelan dan Muslimin ludes tak bersisa sedangkan rumah milik Kismanto dan Akrom sebagian besar terbakar.

“Wah yang dua sudah ludes gak ada sisa, kalau dua yang lainnya separo saja yang terbakar,” terangnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang Wiyoto mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia mendapat informasi kebakaran kemudian menerjunkan satu mobil pemadam kebakaran dan lima mobil penyuplai.

Api baru bisa dipadamkan pukul 13.30 waktu setempat, menurutnya itu lumayan lama karena faktor angin yang kencang.

“Lumayan lama Mas, anginnya cukup kencang padahal sudah kita terjunkan lumayan banyak personel,” tegasnya.

Wiyoto mengimbau kepada masyarakat agar hati-hati, musim kemarau seperti sekarang sering terjadi kebakaran.

Satu hari yang lalu kebakaran terjadi dilahan tebu dan hampir merembet ke perumahan dekan MAN 1 Rembang, untungnya api segera dijinakkan.

 
Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan