37.329 Warga Belum Rekam KTP-el Diperkirakan Pemudik

Jumat, 8 Juni 2018 | 14:02 WIB

Suasana warga mengakses layanan e-KTP di Kantor Dinpendukcapil Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – 37.329 warga di Kabupaten Rembang tercatat belum melakukan perekaman untuk KTP elektronik.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang memprediksi, sebagian dari mereka yang belum melakukan perekaman itu ditengarai adalah pemudik.

Selain itu adalah mereka yang kini sedang menempuh studi di luar provinsi.

Kepala Dindukcapil Kabupaten Rembang Daenuri berharap kepada mereka yang belum rekaman KTP elektronik, agar rekaman di masa cuti, jika mudik Lebaran.

“Datang saja ke kantor kami. Kami buka dan berikan layanan secara khusus,” terangnya.

Daenuri menyebutkan, sebenarnya secara target perekaman KTP elektronik, Rembang sudah memenuhi.

“Sejauh ini sudah 529.125 warga melalukan perekaman KTP elektronik. Jumlah itu setara 92,35 persen,” urainya.

Ia juga menyebutkan, dari 7,65 persen warga yang tercatat belum melakukan perekaman, ada sebagian yang ditengarai sudah meninggal tetapi belum dilaporkan.

“Selain itu, bisa juga karena penduduk yang bersangkutan sudah pindah domisili, namun belum laporan, sehingga datanya masih tercatat di Dindukcapil Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dindukcapil Kabupaten Rembang membuka layanan saat cuti Lebaran pada 11-20 Juni mendatang.

Dindukcapil hanya libur ketika Lebaran atau bertepatan dengan 15 dan 16 Juni serta libur hari Ahad pada 17 Juni nanti.

Dindukcapil tidak hanya melayani urusan KTP elektronik, tetapi juga dokumen kependudukan lainnya seperti akta kelahiran, akta kematian, dan KK.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan