Tangkal Radikalisme, Wawasan Kebangsaan Perlu Diintensifkan di Perdesaan

Sabtu, 28 Mei 2016 | 16:34 WIB
Dandim 0720 Rembang Letkol Darmawan Setyadi saat memberikan materi wawasan kebangsaan di Balai Manunggal, Sabtu (28/5/2016). (Foto: Pujianto)

Dandim 0720 Rembang Letkol Darmawan Setyadi saat memberikan materi wawasan kebangsaan di Balai Manunggal, Sabtu (28/5/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak TNI dan Polri diminta oleh masyarakat di Kabupaten Rembang agar intens memberikan wawasan kebangsaan di seluruh lapisan, tidak hanya bagi mereka yang dewasa, tetapi juga kaum muda, bahkan anak-anak.

Peneguhan wawasan kebangsaan diperlukan menyusul merebaknya radikalisme, terorisme, dan belakangan isu komunisme yang kembali diangkat di permukaan publik negeri ini.

Hal tersebut terungkap pada forum komunikasi sosial dengan komponen masyarakat yang digelar pihak Kodim 0720 Rembang di Balai Manunggal, Sabtu (28/5/2016) siang.

Gunanto, tokoh pemuda dari Kecamatan Sumber berharap agar komunikasi sosial meningkatkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan, juga diberikan di kalangan pelajar, bahkan usia dini.

“Masyarakat di perdesaan perlu mendapat peneguhan kembali wawasan kebangsaan, mengingat radikalisme telah menjalar sampai ke perdesaan dan perlu cepat direspon,” ujarnya.

Ali, tokoh agama dari Desa Bancang Kecamatan Sale berharap pula agar wawasan kebangsaan tidak melulu soal radikalisme dan terorisme, tetapi juga soal pencegahan peredaran narkoba di kalangan anak-anak.

“Semua yang muda akan menjadi tua, sehingga kami yang sudah tua ini berharap agar ada penyelamatan secara bersama-sama moral pemuda dari bahaya narkoba,” tandasnya.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser pada PC GP Ansor Kabupaten Rembang Zaenal Arifin menyatakan, pihaknya sudah berupaya menangkal radikalisme agama dengan memberdayakan kader hingga tiap desa.

“Kami siap menjalin kerjasama dengan Kodim dan Polres Rembang melalui babinsa dan babinkamtibmas dalam menangkal radikalisme, terorisme, dan komunisme. Kami siap mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara,” tegasnya.

Komandan Kodim 0720 Rembang Letkol Darmawan Setyadi menyatakan melakukan komunikasi sosial dengan komponen masyarakat secara rutin per 3 bulan, guna menguatkan wawasan kebangsaan.

“Tapi kalau sekolah atau kampus-kampus meminta kami untuk datang memberikan wawasan kebangsaan, kami siap. Memang NKRI sedang diuji oleh paham-paham radikal yang menggerogoti mind set kita yang berideologi pancasila. Tapi kita harus mempertahankannya,” tukasnya.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto yang diwakili Kasatreskrim Eko Adi Pramono menyebut perlu kerjasama dengan elemen masyarakat dalam hal deradikalisasi dan terorisme.

“Apalagi saat ini, pola gerakan radikal sudah bergeser dari penyebaran paham secara konvensional, menjadi melalui radio komunitas, dunia maya, dan buku. Sasaran serangan fisik pun bergeser menjadi perubahan mind set. Istilahnya dicuci otak,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan