30 Persen Kebun Kelapa di Rembang Diserang Hama

Kamis, 30 Agustus 2018 | 21:22 WIB

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang saat melakukan pelatihan pemberian metharizium pada kebun kelapa untuk membunuh wangwung beserta larvanya sebagai salah satu cara untuk mengendalikan hama pada kebun kelapa, Kamis (30/8/2018) pagi. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com Kebun kelapa milik petani Kabupaten Rembang diserang hama wangwung dan kumbang sagu.

Ika Himawan Affandi, Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang mengungkapkan, dari 7.000 hektare kebun kelapa di Rembang , tiga puluh persen diantaranya terserang hama.

“Pengendalian: secara manual menggunakan agen hayati, penggunaan perangkap. Selain itu juga menggunakan bahan kimia dan memperbaiki sanitasi lingkungan,” terangnya.

Ia menyebutkan, mayoritas perkebunan kelapa di Kabupaten Rembang dapat dijumpai di beberapa kecamatan saja. Seperti Kecamatan Pamotan, Gunem, Sale, dan Sedan.

“Kebun kelapa kebanyakan di wilayah Pamotan, Gunem, Sale, dan Sedan. Hampir semua kebun kelapa terserang wangwung,” ungkapnya kepada mataairradio.com, pada Kamis (30/8/2018) siang.

Menurut Ika, nilai ekonomis pohon kelapa terbilang tinggi, karena seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan dan menghasilkan nilai ekonomi.

Sayangnya, kebanyakan petani kurang sadar, sehingga pemeliharaan terhadap tanaman kelapa kurang dilakukan secara maksimal.

“Nilai ekonomis kelapa sangat tinggi, karna semua bagian dapat dimanfaatkan dan menghasilkan. Tapi rata-rata petani kurang sadar melakukan pemeliharaan tanaman kelapa, jadi hasilnya kurang maksimal,” pungkasnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan