27 Pengurus PWI Rembang Dilantik, Diingatkan Uji Kompetensi

Jumat, 17 Juni 2016 | 15:32 WIB
Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang periode 2016-2019, Kamis (16/6/2016) petang. (Foto: Pujianto)

Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang periode 2016-2019, Kamis (16/6/2016) petang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 27 orang pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang dilantik pada Kamis (16/6/2016) petang kemarin. Mereka sebelumnya dipilih melalui musyawarah pemilihan.

Pelantikan pengurus yang memang baru dibentuk untuk kali pertama ini dilakukan secara langsung oleh Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud di Fave Hotel, bilangan Jalan Soedirman Rembang.

Sebelumnya, hanya beberapa orang yang tergabung dalam PWI, dengan sebutan Kelompok Kerja (Pokja) Rembang. Musyawarah pemilihan yang digelar beberapa jam sebelum pelantikan itu pun mufakat menunjuk Djamal A Grahan sebagai ketua untuk periode 2016-2019.

Para jurnalis yang tergabung dalam PWI berasal dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun dalam jaringan (online), yang telah berbadan hukum, sehingga jelas perusahaannya.

Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud mengatakan, wartawan mesti punya skill mumpuni, kompetens, arif, dan beretika, sehingga mereka perlu mengikuti uji kompetensi (UKW).

“Kompetensi wartawan perlu diuji untuk menyaring wartawan yang sesungguhnya dengan mereka yang abal-abal, termasuk para redaktur serta pengambil kebijakan di media,” terangnya.

Pihaknya menargetkan pada 2018, akan makin sedikit wartawan di Jawa Tengah yang belum bersertifikasi, sehingga nantinya para mitra kerja akan diimbau agar tidak melayani mereka yang belum memiliki kartu kompetensi.

Pada kesempatan selepas sosialisasi tentang UU Pers dan kode etik jurnalistik, seusai pelantikan pengurus PWI Rembang, Amir menyatakan sering mendapat komplain terkait profesionalitas dan etika wartawan.

“Mereka sering didatangi oleh wartawan yang tidak jelas medianya dan berdampingan dengan LSM tertentu serta mem-“bargain” informasi yang belum jelas kebenarannya. Melalui organisasi profesi, kami mendorong para wartawan untuk profesional dan menjaga martabat,” imbuhnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang hadir pada kesempatan itu menyatakan sudah bermitra secara baik dengan wartawan dalam hal menyuarakan program dan capaian pembangunan, termasuk kritik yang membangun.

“Terkait dengan keterbukaan informasi publik, saya sudah minta kepada para asisten dan Kepala SKPD agar terbuka dengan pemberitaan. Itu telah kami sampaikan melalui rapat koordinasi atau rapat lainnya sudah kami sampaikan melalui rapat koordinasi atau rapat lainnya,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan