25 Calhaj Rembang Tak Lunasi BPIH

Rabu, 9 Mei 2018 | 15:49 WIB

Kakbah. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – 25 calon haji berasal dari Kabupaten Rembang tidak melakukan pelunasan tahap pertama biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2018.

Pelunasan BPIH tahap pertama berlaku sejak 16 April hingga 4 Mei lalu. Ada 796 calon haji dari Rembang yang berhak melakukan pelunasan tahap pertama.

Mereka yang tidak melakukan pelunasan ini antara lain karena mengundurkan diri, sakit, dan meninggal dunia.

Dengan begitu, maka menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang Athoillah, calon haji yang melakukan pelunasan BPIH tahap pertama sebanyak 771 orang.

“Namun dari jumlah yang melakukan pelunasan, ada tiga calon haji yang melakukan mutasi keluar Rembang karena mengikuti keluarga dan ada dua Calhaj yang mutasi masuk Rembang,” katanya.

Athoillah juga menyebutkan, setelah pelunasan tahap pertama, akan ada pelunasan tahap kedua yang diikuti oleh mereka yang pernah berhaji dan masuk alokasi kuota 1439 Hijriyah.

“Ada empat orang calon haji yang berhak mengikuti pelunasan tahap kedua di Rembang,” katanya.

Ditambah tim pemandu haji daerah (TPHD) dan tim kesehatan haji daerah (TKHD) yang sembilan orang, maka calon haji Rembang tahun ini akan berjumlah 783 orang.

Jumlah tersebut masih mungkin bertambah karena data jemaah haji pendamping lansia dan penggabungan suami istri, belum diungkap Kemenag.

“Penggabungan lansia dan suami istri belum bisa kami sampaikan karena belum ada datangnya,” tandasnya.

Pelunasan tahap kedua dimulai pada tanggal 16-25 Mei mendatang. BPIH untuk Embarkasi Solo tahun 2018 ditentukan sebesar Rp35.933.275.

Setiap calon jemaah haji reguler sudah membayar setoran awal sebesar Rp25 juta, sehingga pelunasan tinggal untuk selisihnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan