2018, Rembang Dapat Tambahan Jatah 8.220 Ton Pupuk Bersubsidi

Wednesday, 10 January 2018 | 15:17 WIB

Petugas dari Kepolisian Resor Rembang mengecek stok pupuk di gudang penyangga milik PT Pusri di Lasem. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petani di Kabupaten Rembang mendapat tambahan jatah 8.220 ton pupuk bersubsidi untuk mencukupi kebutuhan sepanjang tahun ini.

Jika pada 2017, total alokasi pupuk bersubsidi untuk Rembang hanya 70.210 ton, maka pada 2018 ini alokasinya menjadi 78.430 ton.

Kepala Seksi Alsintan, Pupuk, dan Pestisida pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi mengatakan, tambahan jatah ini berdasarkan RDKK dari petani.

Selain itu, juga karena tingkat penebusan atas jatah pupuk bersubsidi di tahun lalu yang mencapai 100 persen.

Tingkat penyerapan pupuk bersubsidi diakuinya masih rendah hingga Rabu (9/1/2018) ini. Sebab, penebusan baru bisa dilakukan pada Senin (8/1/2018) lalu.

“(Penyerapan) agak tersendat karena baru awal tahun. Produsen baru buka. Alokasi dari provinsi juga baru turun tanggal 4 Januari lalu,” katanya.

Ika juga mengatakan, dengan tambahan jatah sebanyak itu, maka stok pupuk terbilang aman.

Petani, menurutnya, tidak perlu khawatir kelangkaan pupuk.

Tiga gudang penyimpanan pupuk juga sudah siaga. Masing-masing dua di Punjulharjo Rembang dan satu di Lasem.

“Petani bisa langsung nebus ke pengecer resmi. Atau bisa lewat kartu tani. Yang belum punya kartu tani bisa lewat manual asal masuk RDKK,” terangnya.

Sementara itu, secara terperinci, jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Rembang meliputi 30.600 ton urea, 5.330 ton SP-36, 12.500 ton ZA, 17.500 ton NPK, dan 12.500 ton pupuk organik.

Jika dibandingkan dengan alokasi pada 2017, hampir semua jenis pupuk mendapat tambahan, kecuali NPK yang justru berkurang 1.300 ton.

Tingkat penyerapan pupuk yang masih rendah, juga dipengaruhi oleh tingkat curah hujan yang cenderung minim.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan